Kolombia Punya Batu Raksasa Dengan Tangga Zig-zag

Foto: dok. Instagram/mothrichards

Guatape - Sebuah kerikil raksasa di Amerika latin menjadi magnet para turis. Terletak di Kolombia, kerikil besar ini begitu tinggi dan punya tangga zig-zag yang unik.

Dikumpulkan detikTravel dari aneka macam sumber, Senin (6/3/2017), kerikil ini berjulukan Piedra de Penol atau El Penon de Guatape. Pada zaman dulu, penduduk lokal Kolombia yaitu Suku Tahamies diketahui pernah menyembah kerikil ini.

Batu ini ditemukan oleh para petani lokal pada tahun 1900-an. Batu yang diperkirakan memiliki berat 10 juta ton itu dianggap sebagai pengganggu ladang mereka.
Kolombia Punya Batu Raksasa Dengan Tangga Zig-zagFoto: dok. Instagram/rotterdamnication

Lalu, kerikil itu digali dan malah menawarkan bentuk raksasanya. Pada tahun 1954, sekelompok orang dari Suku Tahamies memanjat kerikil ini menggunakan papan pada celah yang ada di batu.

Merekalah orang-orang pertama yang diketahui telah memanjat El Penon de Guatape. Namun hal itu tidak diketahui persis apakah dari Suku Tahamies asli atau bukan.

Pada zama dulu, untuk memanjat kerikil raksasa ini memerlukan waktu sampai lima hari lamanya. Spesies tanaman gres ditemukan dari kerikil ini oleh seorang ilmuwan Jerman, yaitu pitcairma heterophila.
Kolombia Punya Batu Raksasa Dengan Tangga Zig-zagFoto: dok. Instagram/heicli

Saat ini, kerikil raksasa telah bermetamorfosis objek wisata yang layak untuk untuk dikunjungi traveler yang berkunjung ke kota itu. Pemandangan mengagumkan akan terlihat memukau dari atas batu.

Dapat digambarkan bahwa hampir seluruh permukaan kerikil tidak berongga alias mulus. Ia memiliki satu celah yang dan sekarang terdapat anak tangga zig-zag sebanyak 649 buah.

Pada tahun1970-an, tempat sekitar kerikil pernah dipagari. Namun tak bertahan lama alasannya Pemerintah Kolombia menjadikannya sebagai monumen nasional.
Kolombia Punya Batu Raksasa Dengan Tangga Zig-zagFoto: dok. Google Maps/Ray Burgess

Serangkaian pulau-pulau yang berada di perairan sebuah danau menjadi lanskap dari atas kerikil ini. Harga tiketnya pun tak terlalu mahal, yaitu USD 2 atau sekitar Rp 26 ribu. Di atas batu, Anda akan menemukan pula peninggalan agama setempat dan menara pandang yang mempunyai tiga lantai.

Comments

Popular posts from this blog

Animo Traveler di GATF Tinggi, BNI Siapkan Cashback Rp 1,5 Juta

Kuliner dan Tarian Nusantara Siap Hebohkan Event Pariwisata di Australia

Destinasi Wisata Halal Baru di Banyuwangi: Pantai Halal Pulau Santen