Punya 11 Cara, Kemenpar Siap Tingkatkan Wisata Bahari Indonesia

Jakarta - Indonesia memang dikenal sebagai negara maritim. Untuk meningkatkan wisata bahari, Kemenpar lakukan 11 cara ini.
Dalam rilis yang diterima detikTravel dari Kemenpar, Selasa (7/3/2017) Wisata Bahari Pariwisata Kapal Pesiar Live On Board atau yang lebih dikenal dengan istilah LOB, kini terus didorong oleh Menpar Arief Yahya. Dia menyadari, potensi laut atau maritime Indonesia itu sangat besar.
Sampai-sampai, 7 dari 10 top destinasi prioritas, atau 10 Bali Baru itu, yaitu wisata bahari. Kemenpar lakukan FGD di Hotel Mercure Bali, 6 Maret 2017 ini.
FGD ini bertujuan untuk melahirkan poin-poin penting dalam meningkatkan wisata kelautan Indonesia. Kemenpar rampung menggelar FGD dengan tema 'Permasalahan dan solusi LOB dalam mewujudkan pariwisata kelautan yang berkelanjutan' dan sukses melahirkan 11 poin penting hasil FGD tersebut.
"Dan poin utamanya yaitu apa yang digaungkan Pak Menpar Arief Yahya dengan Indonesia Incorporated sangat diharapkan di Kapal Pesiar LOB ini. Potensinya besar mendatangkan wisman, dan harus kerja bareng. Konsep Indonesia Incorporated ini yaitu solusi sempurna untuk Kapal Pesiar LOB," ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo.
Indroyono yang Mantan Menkomar RI itu memaparkan, ke-11 poin hasil diskusi yang telah diputuskan dari pertemuan tersebut. Yang pertama harus dibedakan bahkan dilahirkan Kapal Penumpang Khusus Wisata berdasarkan adanya Near Coastal Voyage Ship.
Kedua pengawalan LOB harus memiliki sertifikasi Certificate of Competency dan Certificate of Proficiency. Ketiga yaitu aspek produk ihwal kamar-kamar yang ada di dalam kapal harus diperjelas dan diklasifikasi.
"Keempat, ini juga sangat penting. Bagaimana nantinya Kemenpar didukung oleh Asosiasi akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait pengklasifikasian kapal penumpang khusus wisata. Agar kapal ini mampu terus nyaman dan aman di lapangan untuk para wisatawan yang sedang berwisata. Dalam waktu bersahabat ini kami akan berkoordinasi," kata Indroyono.
Poin-poin penting itu juga disampaikan oleh Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, yang sekaligus menjadi Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Ratna Suranti.
Hal senada diungkapkan oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diwakili oleh Kepala sub Direktorat Angkutan Laut Khusus dan Usaha Jasa Terkait Direktorat Lalu Lintas Kemenhub, Muhammad Tohir. Tohir mengatakan bahwa hal ini akan cepat dikondisikan ke internalnya demi kemajuan pariwisata Indonesia.
"Silahkan Kemenpar memperlihatkan surat dan segera kami proses dan pertegas terkait Kapal Pesiar LOB ini, kami siap bersinergi demi kemajuan pariwisata ini, supaya semua berjalan lancar di lapangan,"ujar Tohir.
Ratna menambahkan, hasil diskusi yang ke-5 yaitu diusulkan definisi LOB yang dituangkan dalam Peraturan Perundang-undangan, yang ke-6 diusulkan kepada pihak terkait untuk menyusun academic paper ihwal LOB. Wanita yang ramah itu menambahkan, hasil FDG yang ke-7 yaitu terkait dengan perihal paket wisata dan kepemanduan dikaitkan dengan peraturan Menteri yang sudah ada.
Sementara hasil diskusi ke-8 yang berjalan menarik itu adalah, mempertajam sub-unsur nomor 13 yang terkait dengan aspek lingkungan dan social dari unsur B atau management, hasil diskusi yang ke-9 yakni Kemenpar dan semua pihak terkait membutuhkan masukan dari Lembaga Swadaya Masyarakat dan Industri terkait mekanisme untuk mencari solusi antara aspek pengelolaan lingkungan dan aspek bisnis supaya semua berjalan dengan baik.
"Untuk yang ke sepuluh adalah, kita harus juga terus melaksanakan Go Digital ketika berkoordinasi dengan pihak manapun. Kami akan meminta asosiasi membuat website dan hotline untuk menampung pertanyaan terkait LOB dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Dan yang terakhir, hasil FGD ini yaitu kita semua membutuhkan fatwa ihwal ketenaga kerjaan yang bekerja diatas kapal penumpang khusus wisata, hal ini juga akan kami koordinasikan dengan pihak Kementerian Tenaga Kerja. Disinila pentingnya Indonesia Incorporated menyerupai apa yang diusung oleh Kemenpar di Rakornas Desember lalu," beber Indroyono yang juga diamini Ratna.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, target pencapaian kunjungan Wisman Bahari ke Indonesia pada selesai tahun 2019 sebesar 4 juta lebih merupakan tantangan yang harus diusung Kemenpar.
"Dan salah satunya yaitu tugas Kapal LOB dalam memperlihatkan kontribusi pencapaian target menjadi sangat penting untuk meningkatkan wisatawan datang ke tanah air kita. Dan Pariwisata menggunakan jenis LOB ini makin berkembang di Indonesia dan jumlah kapalnya makin banyak dari waktu ke waktu. Itu artinya, acara pariwisata kelautan makin berkembang pesat di negara kita,"ujar Menpar.
Dalam program tersebut hadir para pembicara adalah, Hadi saputro (Kasubdit Analisis dan Pengendalian Penggunaan TKA Sektor Jasa, Kemenaker, Asdep Industri Pariwisata Kemenpar Retno Darumurti, Hongky Juanda (Kasubdit Pemeriksaan Imigrasi), Adji sularso (Wakil Ketua Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari), Asep Djembar Muhammad (Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari dan Cipto Aji Gunawan (Anggota bidang III TPPWB).
Comments
Post a Comment