Keajaiban Jabal Nur dan Gua Hira

Para umat Muslim berbondong-bondong memasuki Gua Hira (Rachmadin Ismail/detikTravel)

Makkah - Bagi umat Islam, dua tempat di negeri Raja Saman ini sangatlah bersejarah. Jabal Nur dan Gua Hira, saksi turunnya wahyu pada Nabi Muhammad.

Dalam catatan detikTravel, Jabal Nur berada di daerah Hejaz atau atau sekitar 7 km dari Masjidil Haram. Di Jabal Nur jugalah terdapat gua kecil yang disebut Gua Hira. Kedua tempat ini pasti dikunjungi oleh umat Muslim yang beribadah ke tanah suci, Makkah di Arab Saudi.

Kata 'Nur' pada nama Jabal Nur memiliki arti cahaya. Bukan cahaya dalam arti kata sesungguhnya, cahaya yang dimaksud punya arti sebagai tempat pertama kali Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah. Artinya, gunung setinggi 642 mdpl ini merupakan titik awal Muhammad diangkat menjadi nabi terakhir.

Dari kaki Jabal Nur, dibuuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mendaki ke atas. Dari beberapa gua, ada satu gua yang suka dipakai oleh Muhammad (sebelum diangkat menjadi nabi) untuk menyendiri yakni Gua Hira. Muhammad sering menenangkan pikiran di sana.

Potret Jabal Nur (Mohd Yusof Tawil/Google Maps)Potret Jabal Nur (Mohd Yusof Tawil/Google Maps)


Gua Hira yaitu gua kecil. Panjangnya 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter dari atas bab puncak gunungnya. Dengan kemiringan 60 derajat, berjalan menuju gua tersebut sedikit sulit dan butuh stamina.

Hingga suatu hari ketika Muhammad sedang menyendiri, turunlah wahyu dari Malaikat Jibril. 'Iqra' yang artinya baca, begitu perintah pertama Yang Mahakuasa kepada Muhammad. Dari sana kemudian Muhammad diangkat menjadi nabi, yang tentu proses kenabian dan membuatkan Islam pada masa itu di kalangan Suku Quraisy tidaklah mudah.

Perjalanan mendaki Puncak Jabal Nur (Rachmadin Ismail/detikTravel)Perjalanan mendaki Puncak Jabal Nur (Rachmadin Ismail/detikTravel)


Pada dikala trend haji, kunjungan wisata religi ke Gua Hira mencapai puncaknya. Setiap hari, puluhan ribu orang datang silih berganti untuk melihat gua mungil, tempat Nabi Muhammad berkontemplasi.

Tapi ingat, Anda juga harus tabah mengantre untuk masuk ke dalam Gua Hira. Gua Hira hanya bisa menampung empat orang saja. Keadaan di dalamnya cukup gelap, alasannya yaitu hanya sedikit cahaya matahari yang masuk ke sana.

Memasuki Gua Hira harus satu per satu (Rachmadin Ismail/detikTravel)Memasuki Gua Hira harus satu per satu (Rachmadin Ismail/detikTravel)


Berjalan ke atas Puncak Jabal Nur, ada pemandangan cantik menanti Anda. Dari sanalah, Anda bisa melihat Kota Makkah yang cantik dari ketinggian. Bahkan, dari sana pun Anda bisa melihat Masjidil Haram dengan terang tanpa ada gangguan gedung-gedung tinggi. Sangat cantik!

Selamat datang di Jabal Nur dan Gua Hira, saksi sejarah terpenting dalam Islam.

Panorama cantik dari puncak jabal Nur (Rachmadin Ismail/detikTravel)Panorama cantik dari puncak jabal Nur (Rachmadin Ismail/detikTravel)

Comments

Popular posts from this blog

Kuliner dan Tarian Nusantara Siap Hebohkan Event Pariwisata di Australia

Animo Traveler di GATF Tinggi, BNI Siapkan Cashback Rp 1,5 Juta

Tahun 2016, Makin Banyak Turis Indonesia Liburan ke Singapura