Kisah Putri Duyung Menara Kutukan di Belanda

Menara Plompe Toren di Belanda yang konon dikutuk (Plompetoren.nl)

Burgh Haamstede - Di kawasan Zeeland, Belanda, berdiri sebuah menara gereja yang menghadap laut. Legendanya, menara tersebut jadi bukti kutukan dan amarah putri duyung.

Berlokasi di Zeeland yang berjarak sekitar satu jam dari Rotterdam, terdapat Menara Plompe Toren yang tampak menyendiri. Padahal, dahulu terdapat sebuah desa nelayan di sekitar menara tersebut.

Dilansir detikTravel dari situs resmi Plompe Toren, Selasa (7/3/2017), konon menara tersebut menjadi satu-satunya bangunan yang selamat dikala topan besar terjadi pada kurun ke-15 silam.

Terlepas dari faktor musibah yang terjadi, legendanya musibah itu terjadi akhir kutukan dari seorang putri duyung yang marah. Percaya tidak percaya, kisahnya masih dipercaya oleh masyarakat.

Konon menara tersebut merupakan bab dari gereja (Plompetoren.nl)Konon menara tersebut merupakan bab dari gereja (Plompetoren.nl)
Alkisah dahulu berdiri desa nelayan Koudekerke di Zeeland, persis di tepi laut. Namun suatu ketika, seorang nelayan menebar jala dan tidak sengaja menangkap seorang putri duyung cantik.

Rumornya, seorang merman yang merupakan suami dari putri duyung tersebut berupaya membujuk sang nelayan untuk melepaskan istrinya. Sayang, sang nelayan tidak mempedulikan sang merman dan malah membawa putri duyung itu ke daratan.

Setibanya di daratan, sang nelayan memamerkan putri duyung tersebut pada rekan-rekannya. Jauh dari air, kesannya putri duyung tersebut perlahan mengering dan mati.

Sunset berlatar Menara Plompe Toren (Plompetoren.nl)Sunset berlatar Menara Plompe Toren (Plompetoren.nl)
Mengetahui istrinya tiada, sang merman menjadi begitu marah dan mengutuk desa nelayan tersebut. Tepat pada malam harinya, sebuah topan dahsyat datang dan menyeret seisi desa ke laut.

Dibalik desa yang lulah lantak, tersisa menara gereja Plompe Toren yang berdiri seorang diri. Kini menara tersebut menjadi satu-satunya pengingat, sekaligus bukti dari kutukan yang dahulu menimpa desa nelayan Koudekerke.

Terlepas dari kebenarannya, Menara Plompe Toren menjadi salah satu objek wisata yang kerap didatangi wisatawan dikala singgah ke Zeeland. Menara tersebut buka dari pukul 09.00 - 18.00 waktu setempat setiap harinya.

Comments

Popular posts from this blog

Kuliner dan Tarian Nusantara Siap Hebohkan Event Pariwisata di Australia

Animo Traveler di GATF Tinggi, BNI Siapkan Cashback Rp 1,5 Juta

Tahun 2016, Makin Banyak Turis Indonesia Liburan ke Singapura