Rombongan Raja Salman Tiba, Pusat Belanja Kuliner Jakarta Bersiap

Jakarta - Rombongan Raja Salman mendarat dengan selamat di Jakarta. Pusat perbelanjaan dan masakan di Jakarta pun sudah bersiap menyambut rombongan sang raja.
Raja Salman bin Abdul Aziz tiba di Jakarta siang ini. Turut serta dalam rombongan Raja Salman, ada kurang lebih 1.500 orang termasuk 10 menteri, 25 pangeran, dan masih banyak yang lainnya.
Di dalam rombongan tersebut, ada Pangeran Al Waleed yang gemar berbelanja barang bermerk yang harganya selangit. Untuk melayani kebutuhan wisata belanja rombongan Raja Salman, sejumlah sentra perbelanjaan dan masakan di Jakarta pun sudah bersiap menyambut mereka.
"Bisa banget! Jangan khawatir, Jakarta punya segudang Mal yang berkelas dan skala dunia juga, dengan barang-barang branded yang original. Jangan khawatir, Jakarta punya semua," ujar Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, Vita Datau Messakh dalam keterangan persnya, Rabu (1/3/2017).
Vita mengatakan, kalau nanti semua rombongan raja menyambangi Mal-Mal yang ada di Jakarta, mampu dijamin sentra perbelanjaan di ibukota tidak akan memalukan. Vita sudah melaksanakan survey ke negara-negara Timur Tengah terutama Abu Dhabi, dan juga Uni Emirat Arab, kualitas mal-nya tidak jauh berbeda dengan di Jakarta.
"Sama dengan yang di Jakarta, bahkan Jakarta tidak kalah lengkap koleksinya," katanya.
Soal halal, mal di Jakarta bukan hanya memiliki musala, kawasan wudhu, serta masakan halal yang layak, namun juga bersahabat dengan hotel-hotel besar berbintang. Sebut saja Plaza Indonesia bersahabat dengan Hotel Mulia, Mall Grand Indonesia yang berseberangan dengan Hotel Indonesia Kempinski, dan beberapa yang lainnya.
"Untuk urusan Muslim Friendly, mal di kita juga ready banget. Silahkan tengok musala kawasan ibadah semua ada, kawasan Wudhu bersih, sajadah yang wangi, serta musala yang hambar dengan kemudahan AC. Juga sangat Halal, alasannya ialah wanita dan pria dibedakan kawasan shalatnya. Aku jamin para pangeran akan terkesan dengan Mall tanah air kita," lanjut Vita.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kesiapan ini. Menurut Arief, wisata masakan dan juga belanja itu ada dalam kategori wisata budaya alasannya ialah masakan merupakan produk budaya yang sudah dibuat lama secara turun temurun, dan mengalami modifikasi sesuai selera wisatawan.
"Shopping itu satu paket dengan masakan dan harus ada di setiap destinasi, alasannya ialah memang ada abjad wisman yang setiap berwisata mensyaratkan harus ada wisata masakan dan belanja. Nah, wisman Timur Tengah juga punya kebiasan belanja dengan karakternya tersendiri. Oleh alasannya ialah itu, Jakarta siap menyambut para tamu rombongan Raja. Selamat datang di Indonesia, Wonderful Indonesia," tutup Arief Yahya.
Comments
Post a Comment